Selasa, 08 Januari 2013

Pondasi Cakar Ayam, Pengertian & Sejarahnya



Fondasi Cakar Ayam adalah fondasi yang digunakan untuk mengatasi masalah pembangunan konstruksi di atas tanah yang lembek. Sistem fondasi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo sebagai solusi untuk menghadapi masalah pembangunan di atas tanah lembek kawasan Tanjung Priok pada tahun 1961. Pada tahun 1961, ketika menjadi pejabat PLN, Prof. Sedijatmo mengemban tanggung jawab untuk mendirikan tujuh menara listrik bertegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Ketujuh menara ini didirikan untuk menyalurkan listrik dari Tanjung Priok ke Gelanggang Olahraga Senayan, untuk keperluan penyelenggaraan Asian Games tahun 1962.






Pelaksanaan Asian Games tahun 1962 mengakibatkan waktu konstruksi yang tersedia hanya 1 tahun, padahal konstruksi di kawasan Tanjung Priok ini lebih sulit karena struktur tanahnya yang lembek. Awalnya, Prof. Sedijatmo mencoba membangun menara dengan fondasi konvensional. Dari metode konvensional ini, dengan susah payah, berhasil didirikan dua menara. Pembangungan dua menara dengan metode konvensional ini menghabiskan begitu banyak waktu, sementara lima menara lagi belum dibangun. Ketika itu, Prof. Sedijatmo menyadari bahwa apabila lima menara lagi juga dikonstruksikan dengan fondasi konvensional, waktunya tidak akan cukup. Karena waktu yang semakin mendesak, Prof. Sedijatmo berpikir keras untuk mencari metode yang lebih efektif untuk membangun menara di atas tanah lembek dengan lebih cepat. Akhirnya, dari buah pemikiran Prof. Sedijatmo, muncullah gagasan untuk mendirikan menara di atas fondasi yang terdiri dari pelat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa dan pelat itu bersatu dan mencengkeram tanah lembek dengan kuat sehingga dapat menjadi fondasi dasar menara yang kokoh.








Fondasi konstruksi yang memanfaatkan fondasi pelat dan pipa beton ini dinamai oleh Prof. Sedijatmo sebagai fondasi Cakar Ayam. Dengan fondasi Cakar Ayam ini, Prof. Sedijatmo berhasil mendirikan kelima menara lainnya dalam kurun waktu yang lebih singkat dan biaya yang lebih murah. Berkat fondasi Cakar Ayam ini, Prof. Sedijatmo berhasil menyelesaikan konstruksi tujuh menara listrik ini dengan tepat waktu sehingga pada tahun 1962 listrik dapat dialirkan dengan lancar dari Tanjung Priok ke Gelanggang Olahraga Senayan untuk keperluan Asian Games. Sampai sekarang, kelima menara yang dikonstruksi dengan fondasi Cakar Ayam ini masih berdiri dengan kokoh di daerah Tanjung Priok yang sekarang sudah berubah menjadi kawasan industri.


Sistem fondasi Cakar Ayam sangat sederhana sehingga sangat cocok untuk diterapkan di daerah yang minim peralatan modern dan tenaga ahli. Fondasi ini dapat digunakan untuk menggantikan fondasi tiang pancang konvensional. Dalam sistem konvensional, makin panjang tiang pancang yang dipakai, makin besar biayanya, apalagi jika alat pemancangan yang modern dan tenaga ahli yang dapat mengoperasikannya harus didatangkan dari tempat lain. Berdasarkan perhitungan, fondasi Cakar Ayam dapat digunakan untuk menghasilkan kualitas yang sama dengan fondasi tiang pancang, dengan biaya konstruksi yang lebih murah 30%, oroses konstruksi yang lebih mudah, dan waktu konstruksi yang lebih singkat. Pelaksanaan sistem fondasi Cakar Ayam dapat dilakukan dalam waktu yang lebh singkat karena bagian-bagian fondasi ini dapat dikerjakan dalam jumlah banyak secara bersamaan. Hal inillah yang mengakibatkan waktu konstruksinya lebih singkat daripada fondasi tiang pancang.

Fondasi Cakar Ayam juga memiliki fungsi yang special, yaitu untuk konstruksi struktur di atas tanah yang lembek. Fondasi ini cocok digunakan untuk mendirikan gedung, jalan, landasan, dan menara di atas tanah yang lembek. Sistem ini juga tidak membutuhkan sistem drainasi dan sambungan kembang kusut.
Banyak bangunan di dunia telah menggunakan fondasi Cakar Ayam karya Prof. Sedijatmo yang luar biasa ini. Profesor Sedijatmo yang merupakan alumni teknik sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1934 ini telah berhasil menciptakan terobosan baru dalam dunia struktur yang diakui secara internasional. Di Indonesia sendiri, fondasi ini telah digunakan pada ratusan menara PLN bertegangan tinggi, hanggar pesawat terbang dengan bentangan 64 meter di Jakarta dan Surabaya, run way dan taxi way, apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di Surabaya, kolam renang dan tribun di Samarinda, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di berbagai kota. 



Tidak hanya di Indonesia, berbagai negara seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Belanda, dan Denmark juga telah mengadopsi fondasi Cakar Ayam temuan Prof. Sedijatmo ini untuk digunakan dalam konstruksi bangunan-bangunan mereka.

Sosrobahu, Pengertian & Sejarahnya



Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.
Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.



Sejarah Sosrobahu

Pada tahun 1980, Jakarta mengalami peningkatan jumlah kemacetan lalu lintas dan jalan layang menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu perusahaan konstruksi yang beroperasi pada waktu itu adalah PT Hutama Karya, yang dikontrak untuk membangun jalan layang di atas jalan A. Yani, sebuah jalan yang arus lalu lintasnya sangat padat. Selama konstruksi jalan layang di atasnya, jalan A. Yani ini tidak boleh ditutup karena jika jalan ini ditutup, akan terjadi kemacetan yang luar biasa di Jakarta. Selain di atas jalan A. Yani, PT Hutama Karya juga dikontrak untuk membangun jalan layang di atas jalur penghubung Cawang-Tanjung Priok yang juga sangat padat arus lalu lintasnya.
Masalah yang dihadapi dalam kedua proyek tersebut sama, yaitu “bagaimana cara membangun jalan layang di atas jalan tanpa menutup akses ke jalan yang sudah ada di bawah jalan layang tersebut”. Saat itu, belum ada metode yang dapat digunakan untuk membangun jalan layang tanpa menutup akses jalan di bawahnya. Saat itu, hanya tersedia metode konstruksi menara konvensional yang hanya dapat dilakukan dengan menutup akses jalan raya. Kedua masalah inilah yang akhirnya melatarbelakangi lahirnya teknik konstruksi Sosrobahu, sebuah teknik konstruksi temuan insinyur Indonesia yang sangat populer di dunia.
Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang merupakan lulusan teknik sipil ITB adalah pencetus lahirnya teknik Sosrobahu ini. Konsep teknik Sosrobahu lahir karena beliau terinspirasi ketika ia sedang memperbaiki mobil Mercedesnya. Saat ia sedang memperbaiki mobil, ia mengangkat kedua ban depan dengan dongkrak hidrolik, sementara kedua ban belakangnya tetap bertumpu di lantai. Ketika itu, lantai yang menjadi tumpuan kedua ban belakang tersebut licin karena adanya ceceran oli yang tumpah dari mobil secara tidak sengaja. Ir. Tjokorda tidak sengaja menyentuh mobil dan ketika mobil tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak hidrolik. Kejadian ini menginspirasi Ir. Tjokorda bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda berat tersebut mudah digeser. Ir. Tjokorda terinspirasi untuk menerapkan prinsip ini untuk mengangkat dan memindahkan beton fondasi pembangunan jalan layang.

Awalnya Ir. Tjokorda bereksperimen dengan membuat silinder berdiameter 20 cm sebagai batang dongkrak hidrolik. Batang ini ditindih beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Hal ini kemudian disempurnakan oleh Tjokorda. Untuk membuat rancangan yang lebih tepat, Tjokorda mengacu pada Hukum Pascal yang menyatakan “Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan ke segala arah”. Zat cair yang digunakan adalah minyak pelumas. Segala perhitungan yang digunakan dalam perancangan konsep Tjokorda ini dilakukan dengan menggunakan Rumus Sukawati. Rumus ini dinamai Sukawati karena Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang pertama kali menemukan rumus tersebut. Selain merancang perhitungan yang akurat dengan Rumus Sukawati, Tjokorda juga berusaha mencari minyak yang paling tepat digunakan sebagai fluida pada dongkrak Sosrobahu. Fluida yang dipakai harus memiliki kekentalan (viskositas) yang tepat, yaitu fluida yang dapat mengangkat beton yang beratnya ratusan ton dan cukup licin untuk memutar beton tersebut berputar 90°.
Setelah siap dengan Rumus Sukawati dan fluida yang tepat, Tjokorda pun mengerjakan rancangan finalnya, yakni sebuah landasan putar yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH). LPBH ini merupakan dua piringan (cakram) besi yang saling menangkup. Kedua cakram besi memiliki ketebalan 5 cm dan diameter 80 cm. Meski kecil, cakram besi ini mampu menahan beban hingga 625 ton. Ke dalam raung di antara kedua piringan tersebut, dipompakan minyak oli yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah itu, digunakan penutup karet untuk menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak supaya tidak terdorong keluar ketika ditekan dengan pompa untuk mengangkat beton. Penekanan minyak oleh pompa akan mengakibatkan cakram bagian atas dan beton fondasi di atasnya akan terangkat ke atas. Terangkatnya cakram ke atas mengakibatkan cakram atas dan cakram bawah terpisah dan memiliki celah yang terisi minyak di antaranya. Dengan terjadinya hal ini, cakram atas dan beton yang diangkatnya dapat diputar karena cakram atas akan licin terhadap cakram bawah. Peristiwa licin ini disebabkan keberadaan minyak bertekanan di antara kedua cakram. Dengan demikian, bahu fondasi yang awalnya dibangun searah dengan jalan raya dapat diputar sejauh 90°. Begitulah dasar pemikiran Konsep Sosrobahu. Cakram rancangan Tjokorda ini ditunjukkan pada gambar 1.
Aplikasi konsep Sosrobahu dibutuhkan untuk mengkonstruksi jalan layang di atas suatu jalan tanpa menutup atau mengganggu akses lalu lintas pada jalan di bawah jalan layang tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun tiang jalan terlebih dahulu, seperti ditunjukkan pada gambar 1.

Tiang jalan ini dilengkapi dengan kepala tiang yang berbentuk segi enam, dengan cakram pemutar berisi minyak di dalamnya. Setelah tiang yang dilengkapi kepala dan cakram pemutar terpasang, konstruksi beton jalanan harus dilakukan dalam arah yang searah dengan jalur lalu lintas. Karena konstruksi beton jalanan dilakukan dengan menempatkan penyanggah-penyanggah besi besar di bawahnya, jika konstruksi beton diposisikan tegak lurus terhadap arah jalur lalu lintas, penyanggah besi di bawahnya akan menyumbat jalur lalu lintas. Peristiwa ini diilustrasikan seperti pada gambar 2 (garis putus-putus menunjukkan arah jalur lalu lintas).
Sementara itu, jika konstruksi beton diposisikan sejajar arah lalu lints, penyanggah besi tidak akan menutupi jalur lalu lintas, seperti diilustrasikan pada gambar 4 (garis putus-putus menunjukkan arah jalur lalu lintas).
Oleh sebab itulah, Tjokorda merancang konsep Sosrobahu. Dengan konsep ini, ia dapat membangun fondasi jalan layang tanpa menutup/mengganggu arus lalu lintas. Dengan cakram yang ditemukannya, masalah dapat diatasi. Sosrobahu diawali dengan pemasangan tiang jalan yang dilengkapi cakram. Kemudian, di atas tiang jalan, dikonstruksi beton dalam arah sejajar arus lalu lintas. Setelah selesai, beton yang arahnya sejajar arus lalu lintas diputar sejauh 90° dengan menggunakan cakram pemutar. Setelah diputar, maka fondasi jalan layang siap untuk dipasangi dengan pelat-pelat jalan layang akan membentuk jalan layang utama.
Temuan Tjokorda ini menggentarkan dunia. Temuannya ini digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Dalam melakukan perhitungan, insinyur Amerika Serikat bahkan mematuhi Rumus Sukawati yang dirumuskan Tjokorda. Atas penemuan teknologi Sosrobahu ini, Tjokorda menerima sejumlah hak paten dari berbagai negara, yaitu dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Teknik Sosrobahu juga digunakan dalam pembangunan jalan layang terpanjang di Metro Manila, pembangunan 298 tiang jalan di Filipina, pembangunan 135 tiang jalan di Kuala Lumpur. Teknologi ini juga sangat menarik bagi Korea Selatan yang terus bersikeras ingin membeli patennya. Teknologi Sosrobahu yang sangat aplikatif, teruji teknis, ekonomis, dan efisien ini memang sangat luar biasa sehingga banyak negara yang memakainya. Saat teknologi Sosrobahu digunakan di Filipina, Presiden Filipina berujar, “Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN”. Sungguh membanggakan.
Sumber Lengkap

Sosrobahu Versi Ke-2


Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad)


Menurut Dr. Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang pada. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis.




Senin, 07 Januari 2013

Pengertian Insulation Atau Insulasi dan jenisnya


Insulasi bangunan memiliki ruang lingkup yang luas untuk setiap objek dalam sebuah bangunan. Insulasi digunakan sebagai isolasi (pembuat kedap) untuk tujuan apapun. Sebagian besar insulasi pada bangunan adalah untuk tujuan termal, istilah ini juga berlaku untuk insulasi akustik, insulasi api, dan insulasi dampak/impact (misalnya untuk getaran yang disebabkan oleh aplikasi industri). Seringkali suatu bahan insulasi dipilih karena kemampuannya untuk melakukan beberapa fungsi sekaligus



Isolasi bertindak sebagai penghalang untuk kehilangan panas dan mendapatkan panas, terutama di atap dan langit-langit, dinding dan lantai. Ini membantu untuk menjaga bangunan hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas.
Insulasi panas/termal pada bangunan merupakan faktor penting untuk mencapai kenyamanan termal untuk penghuninya. Insulasi mengurangi hilangnya panas yang tidak diinginkan atau bisa juga menambahkannya (panas). Insulasi dapat mengurangi kebutuhan energi dari sistem pemanas dan pendingin.  

 

Bahan/material insulasi tidak padat seperti bahan bangunan lainnya yang merupakan konduktor. Material ini memiliki jutaan kantong udara kecil di dalam serat atau gelembung dalam insulasi busa plastik. Serat dan gelembung kecil ini membantu untuk memperlambat proses transmisi panas.
 

Keuntungan

Insulasi membantu untuk:
  • Mengurangi penggunaan sistem pemanas dan pendingin 
  • Menghemat biaya
  • Meningkatkan kenyamanan penghuni  
  • Mengurangi kebisingan.  
  • Memperlambat dan mencegah kebocoran udara dan transmisi uap air. 
  • Membantu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap api (fireproof).
 

Jenis Insulasi

Ada dua jenis utama insulasi:
 
  1. Insulasi Curah/Bulk (biasanya berupa gulungan atau papan) bertindak sebagai penghalang untuk aliran panas, menjaga panas yang tidak diinginkan dalam atau di luar rumah Anda. Hal ini dapat dibuat dari bahan-bahan seperti glass wool, poliester, wol atau kertas daur ulang.
  2. insulasi reflektif membantu menjaga kesejukan rumah Anda di musim panas dengan membelokkan radiasi panas. Ini biasanya diaplikasikan bersama aluminium foil yang dilaminasi ke kertas atau plastik dan tersedia dalam bentuk lembaran dan bantalan.  


    insulasi reflektif jauh lebih efektif dalam mengurangi perpindahan panas dibandingkan insulasi lainnya. Faktanya, insulasi reflektif dapat memblokir sebanyak 97% dari aliran radiasi panas. Insulasi biasa hanya memperlambat aliran panas turun, tapi tidak memblokirnya.
 Beberapa produk insulasi menggabungkan fitur dari insulasi baik curah/bulk dan reflektif.

Sebuah Alternatif - Selulosa

Selulosa, isolator nabati, adalah bentuk tertua dari isolasi rumah. Dahulu kala telah diproduksi dari serbuk gergaji jerami, kapas, rami, dan bahan tanaman lainnya dengan konduktivitas termal rendah. Di masa sekarang, material ini diproduksi dari koran daur ulang yang kemudian diproses dengan bahan kimia yang mengurangi potensi pembakaran nya. Selulosa harus diolah secara kimia untuk mengurangi sifat mudah terbakar, meskipun selalu memiliki potensi untuk tetap terbakar. Bahan kimia ini yang digunakan biasanya natrium borat, asam borat, atau amonium sulfat, umumnya dianggap aman untuk kontak manusia.


Beton Precast atau juga disebut beton pracetak merupakan bahan beton yang telah dibuat di pabrik dengan bentuk sesuai cetakan, kemudian beton yang dicetak tersebut akan diangkut dan dipasang ke tempat lokasi konstruksi bangunan.Beton pracetak adalah produk konstruksi yang dihasilkan oleh pengecoran beton dalam cetakan yang dapat digunakan kembali. Sebaliknya, beton standar/biasa dicor dan dicuring di lapangan.



Dengan memproduksi beton pracetak dalam lingkungan yang terkendali/ di pabrik (biasanya disebut sebagai precast plant), beton pracetak ini dapat terbentuk dengan sempurna  dan diawasi secara ketat oleh karyawan pabrik. Memanfaatkan sistem Beton Precast memberikan potensi keuntungan yang banyak selama proses pengecoran beton di lapangan.  

Proses produksi beton precast dilakukan pada permukaan tanah, yang membantu dalam tingkat keselamatan kerja proyek keseluruhan. Terdapat kontrol yang lebih ketat pada kualitas bahan dan pengerjaan di pabrik pracetak daripada di lokasi konstruksi.  Secara finansial, cetakan-cetakan yang digunakan di pabrik pracetak dapat digunakan kembali ratusan hingga ribuan kali sebelum mereka harus diganti, yang memungkinkan biaya bekisting per unit lebih rendah daripada untuk produksi  langsung di lapangan proyek.



Ada berbagai jenis beton pracetak, yang membentuk sistem untuk aplikasi arsitektur, berbeda dalam ukuran, fungsi dan biaya. Panel arsitektur pracetak juga digunakan untuk melapisi semua atau bagian dari dinding fasade bangunan yang digunakan untuk lansekap, kedap suara (soundproofing), dan dinding keamanan, dan kadang dapat menjadi elemen dari struktur beton prategang. Drainase stormwater, air dan limbah pipa, dan terowongan menggunakan unit beton pracetak. Drainase stormwater, pipa air dan limbah, serta terowongan memanfaatkan unit beton pracetak.

Keuntungan

  • Memudahkan pekerjaan struktur maupun finishing
  • Menghemat biaya pekerjaan bangunan dibanding dengan cara konvensional / manual  karena tidak ada pekerjaan ulang
  • Beton precast sebelum bangunan didirikan sudah bisa dilihat bentuk atau desainnya.
  •  Mutu yang lebih terjamin.
  • Bentuk dan ukuran sudah pasti, lebih ringan dan rapi
  • Beton precast  tidak perlu memakai begisting lagi
  • Bisa di bentuk sesuai design yang kita inginkan

Contoh bangunan rumah yang memakai beton precast sebagai material utamanya. seperti menyusun puzzle :)

Sabtu, 05 Januari 2013

Pengertian Terasering, Fungsi & Jenisnya



Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang (Sukartaatmadja 2004).

Terdapat berbagai cara mekanik dalam menahan erosi air dan angin. Cara utama adalah dengan membentuk mulsa tanah dengan cara menyusun campuran dedaunan dan ranting pohon yang berjatuhan di atas tanah; dan membentuk penahan aliran air, misalnya dengan membentuk teras-teras di perbukitan (terasering) dan pertanian berkontur.


Penanaman pada terasering dilakukan dengan membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng dan menahan atau memperkecil aliran permukaan agar air dapat meresap ke dalam tanah. Jenis terasering antara lain teras datar, teras kredit, Teras Guludan, dan teras bangku.

Jadi secara garis besar terasering adalah kondisi lereng yang dibuat bertangga tangga yang dapat digunakan pada timbunan atau galian yang tinggi dan berfungsi untuk:
  1.  Menambah stabilitas lereng
  2.  Memudahkan dalam perawatan (Konservasi Lereng)
  3.  Memperpanjang daerah resapan air
  4.  Memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng
  5.  Mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) 
  6.  Dapat digunakan untuk landscaping

Jenis Jenis Terasering


Teras Datar (level terrace)
Teras datar dibuat pada tanah dengan kemiringan kurang dari 3 % dengan tujuan memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah. Teras datar dibuat dengan jalan menggali tanah menurut garis tinggi dan tanah galiannnya ditimbunkan ke tepi luar, sehingga air dapat tertahan dan terkumpul. Pematang yang terjadi ditanami dengan rumput.



Teras Kridit (ridge terrace)
Teras kridit dibuat pada tanah yang landai dengan kemiringan 3 - 10 %, bertujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Pembuatan teras kridit di mulai dengan membuat jalur penguat teras sejajar garis tinggi dan ditanami dengan tanaman seperti caliandra.



Teras Guludan (cotour terrace)
Teras guludan dibuat pada tanah yang mempunyai kemiringan 10 - 50 % dan bertujuan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah



Teras Bangku (bench terrace)
Teras bangku dibuat pada lahan dengan kelerengan 10 - 30 % dan bertujuan untuk mencegah erosi pada lereng yang ditanami palawija

Teras Individu
Teras individu dibuat pada lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman tanaman perkebunan di daerah yang curah hujannya terbatas dan penutupan tanahnya cukup baik sehingga memungkinkan pembuatan teras individu.



Teras Kebun
Teras kebun dibuat pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman jenis tanaman perkebunan. Pembuatan teras hanya dilakukan pada jalur tanaman sehingga pada areal tersebut terdapat lahan yang tidak diteras dan biasanya ditutup oleh vegetasi penutup tanah. Ukuran lebar jalur teras dan jarak antar jalur teras disesuaikan dengan jenis komoditas. Dalam pembuatan teras kebun, lahan yang terletak di antara dua teras yang berdampingan dibiarkan tidak diolah.


Teras Saluran
Teras saluran atau lebih dikenal dengan rorak atau parit buntu adalah teknik konservasi tanah dan air berupa pembuatan lubang-lubang buntu yang dibuat untuk meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen-sedimen dari bidang olah. 


Teras Batu
adalah penggunaan batu untuk membuat dinding dengan jarak yang sesuai di sepanjang garis kontur pada lahan miring.





Definisi Beban Siklik Atau Cyclic Load


Parameter pembebanan siklik umum


Beban siklik atau cyclic load adalah pembebanan berulang, seperti  tekanan berulang yang teratur pada suatu bagian, yang kadang-kadang menyebabkan fraktur kelelahan (fatigue).

Deformasi selama pembebanan siklik akan tergantung pada kepadatan tanah, besarnya dan durasi beban siklik, dan jumlah pembalikan tegangan geser. Jika pembalikan tegangan (stress reversal) terjadi, tegangan geser yang efektif bisa mencapai nol, maka pencairan (likuifaksi) siklik dapat terjadi. Jika pembalikan stres tidak terjadi, tegangan efektif nol tidak mungkin terjadi, maka mobilitas siklik terjadi

Istilah pembebanan siklik menyarankan sistem pembebanan yang menunjukkan tingkat keteraturan baik dalam besarnya dan frekuensinya. Sistem pembebanan yang cenderung siklik dalam arti ini memang ditemui dalam praktek. banyak mesin dan bahkan struktur lepas pantai, misalnya, menyalurkan tekanan (stress) cukup ritmis ke pondasi. Namun, dalam kasus tersebut membatasi lingkup pekerjaan untuk membatasi volume tidak hanya dibenarkan tetapi yang lebih penting. juga akan gagal untuk mengidentifikasi banyak fitur-fitur yang membedakan perilaku statis dari perilaku siklik. sedangkan kejadian dari beberapa fenomena, seperti resonansi pondasi, tergantung pada frekuensi dan keteraturan beban yang diterapkan, keteraturan pembebanan memiliki konsekuensi kecil dalam banyak kasus.


Menurut Egor Popov (1979), akibat beban siklik (bolak balik) yang terus menerus akan terjadi penurunan kapasitas daya tekan batang yang bisa mencapai 50% dari kapasitas awalnya bahkan cukup hanya dengan sebuah beban siklik kuat saja.

Jumat, 04 Januari 2013

Apa itu Liquefaction atau Likuifaksi?



Liquefaction atau Likuifaksi adalah fenomena di mana kekuatan dan kekakuan tanah berkurang dikarenakan gempa atau pergerakan tanah lainnya. Hal ini merupakan suatu proses atau kejadian berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada waktu terjadi gempa sehingga tekanan air pori (porewater) meningkat mendekati atau melampaui tegangan vertikal. Likuifaksi telah bertanggung jawab atas sejumlah besar kerusakan dalam sejarah gempa bumi di seluruh dunia.



Likuifaksi terjadi di tanah jenuh, yaitu tanah di mana ruang antara partikel individu benar-benar penuh dengan air. Air ini memberikan suatu tekanan pada partikel tanah yang mempengaruhi seberapa erat partikel itu sendiri ditekan bersamaan. Sebelum gempa, tekanan air relatif rendah. Namun, getaran gempa dapat menyebabkan tekanan air meningkat ke titik di mana partikel tanah dengan mudah dapat bergerak terhadap satu sama lain.



Getaran gempa sering memicu peningkatan tekanan air namun kegiatan konstruksi yang terkait seperti peledakan juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan air. Ketika likuifaksi terjadi kekuatan tanah menurun dan kemampuan deposit tanah untuk mendukung pondasi untuk bangunan dan jembatan menjadi berkurang.

Tanah yang mengalami likuifaksi juga tekanannya lebih tinggi pada dinding penahan yang dapat menyebabkan struktur tersebut menjadi miring atau geser. Gerakan ini dapat menyebabkan penurunan tanah (settlement) dan kerusakan struktur pada permukaan tanah. 

Tekanan air yang meningkat juga bisa memicu tanah longsor dan menyebabkan runtuhnya bendungan.


Kenapa Likuifaksi Bisa Terjadi?

Untuk memahami likuifaksi penting untuk mengenali kondisi yang ada di deposit tanah sebelum gempa bumi. Deposit tanah terdiri dari satu himpunan partikel tanah individu. Jika kita melihat secara dekat partikel-partikel ini, kita dapat melihat bahwa setiap partikel berada dalam kontak dengan sejumlah partikel lainnya. Berat partikel tanah yang saling melapisi menghasilkan kekuatan kontak antara partikel, kekuatan ini menahan partikel individu di tempatnya dan merupakan sumber perkuatan dari tanah.





*kolom biru pada sudut kanan bawah gambar menunjukkan tingkat tekanan air pori dalam tanah

Panjang panah mewakili ukuran kekuatan kontak antara  individu butir tanah. Kekuatan kontak menjadi besar ketika tekanan air pori rendah.

Likuifaksi terjadi ketika struktur pasir jenuh yang longgar rusak karena pergerakan tanah. Sebagaimana struktur rusak, individu partikel yang longgar  berusaha untuk pindah ke konfigurasi yang padat. Dalam gempa bumi, bagaimanapun tidak ada cukup waktu untuk air di pori-pori tanah untuk dapat diperas / dikeluarkan dari tanah. Sebaliknya air "terjebak" dan mencegah partikel tanah untuk bergerak lebih dekat satu sama lain. Hal ini disertai dengan peningkatan tekanan air yang mengurangi kekuatan kontak antara individu partikel tanah , sehingga terjadi pelunakan dan melemahnya deposit tanah.



Amati betapa kecil kekuatan kontak yang ada karena tekanan air yang tinggi. Dalam kasus ekstrim tekanan air pori dapat menjadi sangat tinggi sehingga banyak partikel tanah kehilangan kontak dengan satu sama lain. Dalam kasus tersebut tanah akan memiliki kekuatan yang sangat sedikit dan akan berperilaku lebih seperti cairan daripada padat - maka kejadian ini dinamakan "Liquefaction" / "likuifaksi" (pencairan).