Minggu, 24 Februari 2013

Pengertian Agregat dan Klasifikasinya



Agregat adalah sekumpulan butir- butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun buatan (SNI No: 1737-1989-F). Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan.


Menurut Silvia Sukirman, (2003), agregat merupakan butir‐butir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lain, baik yang berasal dari alam maupun buatan yang berbentuk mineral ppadat beruppa ukuran besar mauppun kecil atau fragmen‐fragmen.




Agregat merupakan komponen utama dari struktur perkerasan perkerasan jalan, yaitu 90% – 95% agregat berdasarkan persentase berat, atau 75 –85% agregat berdasarkan persentase volume. Dengan demikian kualitas perkerasan jalan ditentukan juga dari sifat agregat dan hasil campuran agregat dengan material lain.





Sifat Agregat

Sifat agregat merupakan salah satu faktor penentu kemampuan perkerasan jalan memikul beban lalu lintas dan daya tahan terhadap cuaca. Yang menentukan kualitas agregat sebagai material perkerasan jalan adalah:

  • gradasi
  • kebersihan
  • kekerasan
  • ketahanan agregat
  • bentuk butir
  • tekstur permukaan
  • porositas
  • kemampuan untuk menyerap air
  • berat jenis, da
  • daya kelekatan terhadap aspal.


Sifat agregat tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis batuannya.


Karakteristik bagian luar agregat, terutama bentuk partikel dan tekstur permukaan memegang peranan penting terhadap sifat beton segar dan yang sudah mengeras. Menurut BS 812 : Part 1: 1975, bentuk partikel agregat dapat dibedakan atas:


  • Rounded 
  • Irregular
  • Flaky 
  • Angular
  • Elonggated 
  •  Flakyy & Elonggated





Klasifikasi Agregat

  • Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat 1100 kg/m3 atau kurang. 
  • Agregat Halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi _alami_ bantuan atau pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm. 
  • Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari bantuan atau berupabatu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir ntara 5-40 mm. Agregat Kasar, adalah agregat dengan ukuran butiran butiran lebih lebih besar besar dari dari saringan saringan No.88 (2,36 mm)
  • Bahan Pengisi (filler), adalah bagian dari agregat halus yang minimum 75% lolos saringan no. 30 (0,06 mm)


      Jenis Agregat berdasarkan proses pengolahannya

      • Agregat Alam. Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam atau dengan sedikit proses pengolahan. Agregat ini terbentuk melalui proses erosi dan degradasi. Bentuk partikel dari agregat alam ditentukan proses pembentukannya.
      • Agregat melalui proses pengolahan. Digunung‐gunung atau dibukit‐bukit, dan sungai‐sungai sering ditemui agregat yang masih berbentuk batu gunung, dan ukuran yang besar‐besar sehingga diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai agregat konstruksi jalan.
      • Agregat Buatan.  Agregat yang yang merupakan merupakan mineral  filler/pengisi (partikel dengan ukuran < 0,075 mm), diperoleh dari hasil sampingan pabrik‐pabrik semen atau mesin pemecah batu.

      Jumat, 22 Februari 2013

      Konstruksi Menara Eiffel, Perancis


      Menara Eiffel adalah sebuah menara besi yang terletak di samping Sungai Seine di Paris. Ini adalah salah satu struktur yang paling dikenal dan populer di dunia. faktanya ini adalah salah satu landmark yang paling spektakuler di Paris. Dinamai setelah perancangnya, insinyur Gustave Eiffel, Menara Eiffel adalah bangunan tertinggi di Paris. Lebih dari 200.000.000 orang telah mengunjungi menara ini sejak pembangunannya tahun 1889.



      Dibangun ntuk pameran universal tahun 1889, untuk menandai seratus tahun revolusi Prancis, Journal Officiel meluncurkan kompetisi utama untuk mendirikan sebuah menara besi di Champ-de-Mars. Menara ini akan memiliki dasar persegi, 125 meter di setiap sisi dan 300 meter. "Usulan proyek oleh pengusaha Gustave Eiffel, insinyur Maurice Koechlin dan Emile Nouguier dan arsitek Stephen Sauvestre terpilih dari total 107 kandidat.



      Rencana proyek dimulai tahun 1884. Dikarenakan halangan yaitu demonstrasi masyarakat dan kalangan intelektual, pembanguan menara dimulai pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian pada tahun 1889. Telah direncanakan menara ini akan dirobohkan setelah berlangsungnya pekan Pameran Dunia 1900. Akan tetapi, percobaan berhasil dari transmisi radio yang dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Perancis sebelum hari pemugaran akhirnya menyelamatkan menara Eiffel.

      Desain

      Lima puluh insinyur dan desainer menghasilkan 5.300 gambar, dan lebih dari 100 pekerja yang memproduksi lebih dari 18.000 bagian menara yang berbeda di bengkel132 pekerja lapangan berkumpul langsung di area konstruksi.



      Bekerja pada pondasi menara dimulai pada tanggal 26 Januari 1887 dan menghabiskan waktu lima bulan, dengan para pekerja menggunakan sekop saja. Reruntuhan dibawa pergi oleh gerobak yang ditarik oleh kuda dan lokomotif uap. Pondasi terdalam berbaring hanya 15 meter di bawah tanah. Kaki-kaki menara yang ditetapkan di masing-masing parit dasar (empat pondasi di batu, yang didukung empat pilar, yang dikenal sebagai frame truss).




      Perakitan lantai pertama. Kesulitan untuk menentukan perakitan lantai ini terletak pada titik tolak di dasar frame truss. Material harus diposisikan pada sudut miring sehingga akan memenuhi balok horizontal pada lantai pertama. Untuk mencapai hal ini, para insinyur menggunakan dongkrak hidrolik untuk memindahkan masing-masing "kaki" dan mendirikan sistem perancah (scaffolding) yang kita kenal sekarang, di atas sejumlah kotak pasir yang dikosongkan untuk mengatur kemiringan dari frame truss.


      Lantai kedua dirakit dengan crane yang mengambil jalur yang sama dengan lift. Semua bagian dibangun di bengkel Eiffel di Levallois. Menara ini dipasang agak seperti Meccano® (mainan susun kerangka) raksasa dengan presisi yang luar biasa, yang merupakan inovasi utama pada saat itu. Dari Lantai kedua ke lantai ketiga, para tukang kayu bekerja dengan luar biasa dan tidak ada satu pun kecelakaan fatal selama masa konstruksi.


      Monumen ini diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. Pada hari itu, Gustave Eiffel menaiki 1.710 tangga Menara menanam bendera Prancis pada puncaknya. Dia diikuti oleh para anggota Dewan Paris, termasuk Emile Chautemps, Presiden Dewan Kota Paris. Menara Eiffel adalah bangunan tertinggi di dunia sampai tahun 1929, ketika Chrysler Building di New York dibangun dengan puncak 319 meter.

      Tahapan Konstruksi

      Bahan yang digunakan : Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Gustave Eiffel ini tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara hanya 7.300 ton.


      Tahap awal konstruksi

      Konstruksi pilar
      Empat pillar utama mulai terbentuk





      Menara Eiffel pada desember 1888
      Menara Eiffel selesai dibangun maret 1889

      Data Konstruksi

      • Pemimpin Proyek : Tuan Gustave Eiffel dibantu oleh, antara lain, para insinyur Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta Stephen Sauvestre sebagai arsitek.
      • Empat pilar Menara Eiffel berdiri di sebuah alun-alun yang berukuran 125 meter di setiap sisi. Pilar pilar tersebut berorientasi sejalan dengan 4 poin utamanya.
      • Tinggi : Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel.
      • Struktur besi berbobot 7.300 ton.
      • Total berat: 10.100 ton.
      • Jumlah paku keling yang digunakan: 2.500.000.
      • Jumlah bagian besi: 18.038.
      • Biaya konstruksi: 7,799,401.31 franc emas Perancis 1889.
      • Jumlah tangga : 1.665 tangga bagi pengunjung yang senang olah raga. Ada 2 buah lift yang naik ke tingkat dua dimana bisa ditemukan berbagai toko suvenir.



      referensi

      Selasa, 19 Februari 2013

      Apa Itu Screed? Apa Saja Jenisnya?


      Screed adalah suatu lapisan bahan plester, kayu atau lainnya yang ditempatkan pada permukaan sebagai panduan untuk ketebalan yang tepat dari plester atau beton yang akan diterapkan di area tersebut. Gampangnya screed adalah lapisan atas yang halus di lantai beton atau permukaan lainnya. Sebuah bagian yang sangat penting dari konstruksi adalah screed. Tidak peduli apa yang sedang dibangun, pekerjaan screed memainkan peran yang sangat penting dalam mencapai tampilan yang tepat dan desain yang diinginkan



      Screeding, menurut definisi berarti meratakan tepat atas material yang ditempatkan di lantai atau bahkan di dinding di setiap jenis pekerjaan konstruksi yang mungkin termasuk plesteran atau bahkan pekerjaan beton. Dengan demikian, screeding merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap pekerjaan bangunan atau konstruksi. Setiap bahan yang digunakan dalam menciptakan dinding atau lantai memerlukan perataan yang tepat untuk mencerminkan keindahan dari desain dan material. Penggunaan material berkualitas sangat tinggi dapat menghias bangunan dengan indah, tetapi jika pekerjaan screed tidak dilakukan dengan benar, dengan menggunakan bahan kualitas tertinggi tidak ada gunanya.

      Jenis Screed

      Secara otentik, screed lantai memiliki berbagai jenis, yang paling umum dikenal akan dijelaskan di bawah ini:

      1. 
      Screed pasir dan semen atau screed beton.



       Ini adalah salah satu jenis yang paling umum dari screed lantai dan juga merupakan jenis yang paling ideal. Screed lantai beton pada dasarnya dapat tetap dalam kondisi yang bisa diterapkan selama 8-12 jam. Penyebaran  semen yang tepat memberikan kuat tekan lebih halus dan seragam untuk seluruh luas lantai yang digunakan. Hasil dari menggunakan semen beton adalah yang tertinggi dalam kualitas dan dijamin.Jenis ini sempurna untuk pondasi apung serta screed ringan yang didasarkan pada perlit.
       
      2. Screed lantai epoxy.



      Screed lantai epoxy adalah poliamina (polyamide) yang dilapisi epoxy, memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap banyak bahan kimia. Screed lantai berbasis epoxy memberikan daya tahan yang besar untuk bahkan kegiatan mekanik dan memberikan permukaan yang anti  licin ke lantai sehingga memberi daya cengkram yang baik untuk pejalan kaki maupun kendaraan. Screed lantai epoxy lebih sering diterapkan pada pabrik-pabrik, pembangkit listrik, kilang dll

      3. Screed Anhidrit (Anhydrite)



      Salah satu jenis yang paling umum dari screeding lantai, ini digunakan lebih sering di bangunan komersial dan bangunan domestik seperti hotel, teater, bandara dan lain lain.Terutama karena screed jenis ini dirancang khusus untuk penempatan yang mudah dan hasil meyakinkan. Screed ini memberikan insulasi, pemanasan bawah lantai dan lain lain. Tapi tidak disukai dalam area yang selalu tertutup oleh air. Bahan ini adalah protein dan bebas bakteri dari alam dan dengan demikian memiliki daya tarik tersendiri bagi para kontraktor.

      4. Screed polimer
       
       
       
      Ini adalah versi modifikasi dari screed lantai beton. Screed polimer khusus diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para pemilik pabrik yang membutuhkan bahan lantai keras dengan sifat ikatan yang lebih baik. Ini diciptakan dengan memasukkan polimer sintetik yang dikenal sebagai resin ke dalam campuran semen dan screed pasir yang dengan demikian meningkatkan ketangguhan dan sifat ikatnya. Bahan ini jadi lebih sering digunakan pada basis seperti pekerjaan perbaikan/renovasi di mana  ketebalan minimum yang ingin dicapai tidak dapat diperoleh.
       

      Sabtu, 16 Februari 2013

      Pengertian Septic Tank




      Septic tank, adalah bak untuk menampung air limbah yang digelontorkan dari WC (water closet), konstruksi septic tank ada disekat dengan dinding bata dan diatasnya diberi penutup dengan pelat beton dilengkapi penutup kontrol dan diberi pipa hawa T dengan diameter ΓΈ1 ½“, sebagai hubungan agar ada udara / oksigen ke dalam septictank sehingga bakteri – bakteri menjadi subur. Sebagai pemusnah kotoran – kotoran atau tinja yang masuk ke dalam bak penampungannya.



      Fungsi septic tank adalah sebagai penampungan air limbah & proses penghancuran kotoran – kotoran yang masuk, air limbah ini akan mengalir ke rembesan/ sumur peresapan yang jaraknya tidak jauh dari septictank, begitu juga penempatan septic tank tidak terlalu jauh dari WC (water closet) 




      Hubungan septictank dan rembesan, berupa pipa paralon yang diujungnya diberi lubang – lubang agar aliran air limbah dapat merata pada lubang rembesannya. Tidak semua saluran air kotor dialirkan ke arah bak septic tank, jadi aliran air limbah yang masuk ke septic tank hanya dari WC saja.


      Perencanaan Septic tank

      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan kontruksi septic tank:
      1.Septic tank
      Bisa digunakan secara individu maupun bersama (komunal ) sampai dengan 5 (lima) rumah, jika menggunakan sumur resapan / bidang resapan tergantung dari ketersediaan lahan, jika digunakan untuk pemakaian lebih dari 5 (lima) rumah bidang resapan yang diperlukan akan memerlukan lahan yang cukup luas, untuk mengatasi kebutuhan lahan yang luas ini di bangun suatu Filter untuk menggantikan fungsi bidang resapan. Dibuat pada lahan yang memudahkan untuk dilakukan pengurasan



      Ukuran dan volume hanya dipengaruhi oleh :
      • Jumlah pemakai
      • Periode pengurasan yang direncanakan
      • Asumsi jumlah kotoran manusia/tahun yang masuk dan diolah tangki septik

      Baca juga: Sedot WC Septic Tank Full 

      Ukuran dan volume tangki septik tidak dipengaruhi oleh jenis tanah, daya serap tanah, maupun tinggi muka air tanah. Air yang keluar dari septic tank masih harus diolah dalam bidang resapan , sumur resapan atau filter.


      2. Bidang Resapan / Sumur Resapan
      • Kontruksi dan ukuran tergantung pada tinggi muka air tanah dan jenis tanah
      • Jarak dengan sumber air bersih > 10 m
      • Hanya digunakan untuk pelayanan sampai 5 rumah


      3. Resapan air kotor/ rembesan; 
      Rembesan adalah lubang yang berdekatan dengan septictank, gunanya mendapatkan aliran air limbah dari septictank. Konstruksi rembesan terdiri dari pelapisan dari macam-macam bahan dari pasir, diatasnya dipasangkan ijuk, kemudian dipasangkan krikil atau split dipasangkan lagi ijuk diatasnya diberi pasangan batu karang yang berongga diberi ijuk lagi dan pasir kembali dan seterusnya,  yang perlu diperhatikan sekeliling lubang diberi ijuk. 

      Pipa paralon ΓΈ 2 ½ “ yang di dalam rembesan diberi berlubang – lubang untuk memudahkan penyebaran air limbah yang mengalir dari septictank ke rembesan. Jika akan memasang sumur pompa atau jet pump agar dipasang lebih dari 10m’. dari penempatan septictank dan rembesan, untuk menghindari infiltrasi air limbah dari rembesan. 

      Bak Kontrol

      Bak kontrol merupakan bak kecil yang terpasang diantara pasangan saluran air kotor, gunanya sebagai pengontrol setiap saat jika  saluran air kotor terjadi hambatan atau terjadi genangan ait yang tidak kita inginkan. Bak kontrol menggunakan penutup dari cor – coran beton tulang dilengkapi dengan besi pegangan untuk membuka. 



      Dasar bak kontrol harus lebih dalam dari dasar saluran air kotor yang ada dimaksudkan agar endapan yang terjadi mudah dibersihkan. Penempatan bak kontrol ada juga ditempatkan pada penutup septic tank disamping sebagai pengontrol dapat juga untuk memasukkan slang penyedot air limbah di septictank. 

      Pemeliharaan

      • Tangki septik hanya menerima buangan kakus / tinja saja, tidak untuk air bekas (mandi dan cuci)
      • Pengurasan tangki septic dilakukan secara berkala setiap 3 tahun sekali
      • Tidak membuang bahan-bahan kimia berbahaya kedalam tangki septik, seperti insektisida, karbol pembersih lantai, pemutih pakaian.
      • Lumpur tinja hasil pengurasan tangki septik masih berbahaya bagi manusia dan lingkungan, pengurasan sebaiknya dilakukan oleh orang / petugas yang mempunyai peralatan penguras yang memenuhi syarat.
      • Lumpur hasil pengurasan tidak boleh dibuang ke sungai, atau ketempat terbuka akan tetapi harus dibuang ketempat yang telah direncanakan untuk menampung lumpur tinja (misal Instalasi Pengolah Lumpur Tinja /IPLT).

      Jumat, 15 Februari 2013

      Pengertian Lantai Mezzanine atau Entresol





      Mezzanine atau Entresol adalah lantai perantara antara lantai-lantai utama bangunan. Mezzanine berasal dari bahasa Italia “Mezzano” yang artinya “tengah”. Dalam dunia arsitektur, mezzanine merupakan lantai yang berada di tengah-tengah antara lantai-lantai utama, seperti misalnya lantai 1 dan lantai 2 atau lantai 2 dan lantai 3. Mezzanine biasanya juga memiliki bentuk yang menyerupai balkon dan mempunyai atap atau langit-langit rendah. Istilah ini juga digunakan untuk balkon terendah dalam teater, atau untuk beberapa baris pertama kursi di balkon

      Mezzanine ini tidak dihitung sebagai lantai suatu bangunan. Mezzanine juga bisa berupa tambahan selasar yang dibuat dari konstruksi yang sama dengan lantai lainnya. Mezzanine bisa juga berbentuk seperti balkon dengan atap atau langit-langit yang rendah.



      Lantai mezzanine bisa dibuat dengan menggunakan struktur baja atau kayu. Bisa juga menggunakan lantai kayu atau panel lantai yang dibuat dengan cara prefab atau dibuat di pabrik. Ukuran lantainya juga tidak penuh karena hanya dirancang sebagian dari luas bangunan yang sudah ada. Posisinya dibuat sejajar dengan ruang yang lain dan berada pada lantai yang sama. Konsep ruangannya pun lebih terbuka karena biasanya tanpa sekat atau pintu.

      Lantai mezzanine terproyeksi sendiri dari dinding dan tidak sepenuhnya menutup pandangan dari langit-langit dari lantai tepat di bawah. Singkatnya, lantai mezzanine dan lantai di bawahnya berbagi langit-langit yang sama. Lantai Mezzanine sering terletak di antara lantai dasar dan lantai atas, tetapi tidak biasa untuk memiliki mezzanine di lantai bagian atas bangunan (bukan dari lantai dasar).



      Dalam aplikasi industri, sistem lantai mezzanine adalah sistem lantai semi permanen biasanya dipasang dalam bangunan, dibangun antara dua lantai permanen. Struktur ini biasanya berdiri bebas dan dalam kebanyakan kasus dapat dibongkar dan dipindahkan. Struktur mezzanine komersial umumnya terbuat dari tiga bahan utama; baja, aluminium, dan fiberglass. Dek atau lantai mezzanine akan bervariasi oleh aplikasi, tetapi umumnya terdiri dari b-deck underlayment dan produk lantai kayu  atau baja heavy duty, aluminium atau fiberglass grating

      Mezzanine sering digunakan di toko-toko dan ruang yang sama untuk penyimpanan alat atau bahan. Atap tinggi toko sangat ideal untuk mezzanine, dan kantor dapat diletakkan baik di bawah atau di atasnya. Mezzanine sering digunakan dalam operasi industri seperti pergudangan, distribusi atau manufaktur. Fasilitas ini memiliki langit-langit yang tinggi, memungkinkan ruang yang tidak terpakai untuk digunakan dalam ruang vertikal.



      Pengertian Akuifer atau Aquifer dan Macamnya



      Akuifer adalah lapisan batuan dibawah permukaan tanah yang mengandung air dan dapat dirembesi air. Akuifer adalah formasi geologi atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Batasan lain yang digunakan adalah reservoir air tanah, lapisan pembawa air. Todd (1955) menyatakan bahwa akuifer berasal dari Bahasa Latin yaitu aqui dari aqua yang berarti air dan ferre yang berarti membawa, jadi akuifer adalah lapisan pembawa air.

      air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam ruang antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akifer. Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan permeable, seperti lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan lapisan yang sulit dilalui air tanah disebut lapisan impermeable, seperti lapisan lempung atau geluh. Lapisan yang dapat menangkap dan meloloskan air disebut akuifer. 



      Suatu akuifer mempunyai dua fungsi penting, yaitu sebagai penyimpan laksana sebuah waduk dan sebagai penyalur air seperti jaringan pipa. Kedua fungsi itu diemban oleh pori-pori atau rongga di dalam batuan akuifer itu. Dua sifat yang berhubungan dengan fungsinya sebagai penyimpan adalah porositas (porosity) dan hasil jenis (specific yield). 

      Macam Akuifer


      Menurut Krussman dan Ridder (1970) dalam Utaya (1990) bahwa macam-macam akifer sebagai berikut:

      a. Akifer Bebas (Unconfined Aquifer)
      yaitu lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada aquifer ini disebut dengan water table (preatik level), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.



      b. Akifer Tertekan (Confined Aquifer)
      yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.

      c. Akifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer)
      yaitu aquifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.

      d. Akifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
      yaitu aquifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas dengan aquifer semi tertekan.


      Berikut adalah beberapa istilah lain yang digunakan dalam menamakan karakteristik suatu formasi batuan:

      1.Aquiclude
      adalah formasi geologi yang mungkin mengandung air, tetapi dalam kondisi alami tidak mampu mengalirkannya, misalnya lapisan lempung. Untuk keperluan praktis, aquiclude dipandang sebagai lapisan kedap air.



      2.Aquitard
      adalah formasi geologi yang semikedap, mampu mengalirkan air tetapidengan laju yang sangat lambat jika dibandingkan dengan akuifer. Meskipun demikian dalam daerah yang sangat luas, mungkin mampu membawa sejumlah besar air antara akuifer yang satu dengan lainnya. Aquiclude ini juga dikenaldengan nama formasi semi kedap atau leaky aquifer.
       


      3. Aquifuge
      merupakan formasi kedap yang tidak mengandung dan tidak mampu mengalirkan air. 


      Akuifer Buatan 


      Akuifer Buatan merupakan media / lapisan tanah yang dibuat atau ditata ulang untuk menyimpan dan mengalirkan air di dalam tanah sehingga dapat menjadi sumber air yang berkelanjutan. Air Permukaan yang mempunya kuantitas yang melimpah tetapi kadang-kadang mempunyai kualitas yang kurang baik. Air tanah yang mempunyai kualitas baik, tapi kuantitasnya sering sangat terbatas. Pengeksploitasian sumber air tanah yang berlebihan menimbulkan terjadinya pencemaran air tanah dari akuifer sekitarnya, terjadinya land subsidence, dll. Oleh karena itu pembuatan akuifer diperlukan untuk mengatasinya.

      Akuifer buatan dapat dipergunakan sebagai sarana penyediaan air baku penduduk yang berkelanjutan. Air Permukaan yang di-"recharge"-kan ke dalam akuifer buatan akan mengalir (dengan kecepatan sangat lambat) di dalam lapisan tanah batuan (bahan akuifer). Kualitas air akan ter-"update" oleh akuifer selama perjalanan (semakin lama semakin baik) menuju tempat pengambilan. Akuifer buatan akan dapat menjadi sumber air tanah yang berkualitas dan berkelanjutan.

      Akuifer Buatan Sebagai Prasarana Konservasi Daerah Aliran Sungai

      Kegersangan DAS di daerah pegunungan disebabkan oleh kelangkaan air atau kekeringan pada lapisan tanah permukaan. Sementara itu, pada alur-alur lembah terdapat sisa-sisa aliran dari mata air yang mengalir ke hilir dan menghilang. Dengan fasilitas akuifer buatan aliran air dapat ditangkap dan disalurkan kembali ke areal pegunungan sebagai sarana pemberian air tanaman penghijauan yang berupa tanaman produksi atau tanaman reboisasi.

      Komponen Bangunan Akuifer Buatan

      • Bangunan dan Saluran Supplesi
      • Saluran Intake
      • Bangunan Akuifer Buatan
      • Pipa-pipa Distribusi dan Bak Distribusi
      • Jaringan Saluran Irigasi