Rabu, 13 Februari 2013

Dowel Dalam Rigid Pavement


Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur. Dowel berupa batang baja polos maupun profil, yang digunakan sebagai sarana penyambung/pengikat pada perkerasan jalan tipe rigid pavement. Dowel berfungsi sebagai penyalur beban pada sambungan yang dipasang dengan separuh panjang terikat dan separuh panjang dilumasi atau dicat untuk memberi kebebasan bergeser.

Bar dowel adalah batang baja pendek yang menyediakan sambungan mekanis antara slab tanpa membatasi gerakan sendi horisontal. Mereka meningkatkan efisiensi transfer beban pada sambungan slab beton.





Selain berfungsi untuk menguatkan konstruksi badan jalan, fungsi lain dari dowel adalah untuk menghambat retakan yang terjadi di salah satu segmen agar tidak menjalar atau menerobos ke segmen selanjutnya.

Jalan raya dengan tipe rigid pavement bisa memakai besi tulangan atau polos (plain). Dasar desain rigid pavement jalan tol yang dibangun periode tahun 90 an biasanya diawali dengan lean concrete dengan tebal 10 cm (K-BO), kemudian untuk lapisan permukaan (surface) tebal 27 cm (K-300) dilengkapi dowel (besi polos 25 mm) dan tie bar besi ulir berdiameter 16 mm.



Pekerja secara manual memasukkan batang dowel ke dalam sendi konstruksi (construction joint) pada tahap akhir pekerjaan. Sendi konstruksi (construction joint) harus direncanakan sedemikian rupa untuk dapat mengurangi sendi tambahan.


Agar dapat mencegah korosi, batang dowel yang baik dilapisi dengan stainless steel atau epoxy. batang dowel biasanya dimasukkan pada pertengahan slab mendalam dan dilapisi dengan zat yang mencegah dowel ini melekat ke PCC (pre-stressed cement concrete).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar