Kamis, 28 Maret 2013

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Marking Pada Konstruksi Gedung



Marking adalah salah satu item pekerjaan surveyor di lapangan yang seringkali dibutuhkan pada setiap pekerjaan struktur dan arsitektur, sebagai panduan dil apangan untuk memulai pekerjaan yaitu memplot gambar dan ukuran pasangan dinding unit dan gambar kerja ke lantai kerja. Dimaksimalkan agar setiap pekerjaan atau pemasangan sesuai dengan gambar kerja. Dalam bentuk desain, ukuran, penempatan ruang secara presisi bisa dicapai.

Peralatan Marking

  • Theodolit / waterpass 
  • Rambu 
  • Unting – unting 
  • Alat Tulis

Theodolite

Rambu

Langkah Kerja


  1. Siapkan kebersihan area lantai kerja dari debu, sampah dan air, usahakan agar tetap kering agar tinta sipatan bisa menempel sempurna di lantai dan tidak mudah hilang.
  2. Sebar As grid gedung dari silang koordinat central line di empat sudut gedung. Biasanya ditiap lantai telah disediakan saat pekerjaan struktur berupa sparing ukuran 20 cm x 20 cm untuk keperluan pemindahan as dari lantai ke lantai agar vertikality tetap terjaga. Langkah ini menggunakan theodolith. Tempatkan pula di as grid di kolom/shear wall. (Penentuan gridline disaksikan oleh direksi) 
  3. Setelah as grid tersebar dilantai barulah marking pasangan dinding unit dikerjakan, sebagai alatnya digunakan sipatan tinta dasar warna hitam. Garis sipatan dibuat untuk posisi pasangan Light break / plester / finísh dan pinjaman garis untuk mempermudah proses pengkuran selanjutnya juga garis  markingan dibuat didinding existing untuk menjaga vertikality saat pemasangan.
  4. Marking dimulai dari pembatas unit selanjutnya toilet dan ruangan lainnya.
  5. Secara teknis ukuran ruang diasumsikan dari as dinding untuk meminimalkan resiko kesalahan yang diakibatkan kekeliruan menghitung jarak ukuran sehingga berpengaruh pada space ruang tidak sesuai dengan gambar rencana.
Penentuan center line dinding

Penentuan dengan waterpass

Penentuan as opening pintu

Penentuan elevasi finish lantai


Langkah Akhir


  1. Setelah selesai dimarking pengecekan ulang / cross check kembali dilakukan guna meminimalisir kesalahan yang selalu ada selama proses pengukuran. Review pekerjaan tidak semata dilakukan survey tapi tetapi dibantu  oleh supervisor dan disaksikan oleh direksi.
  2. Beri identitas pada sipatan dengan spidol atau pilox agar setiap orang / tukang bisa mengerti, penandaan mencakup  central line pasangan dinding, kolom praktis, pinjaman dan elevasi. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar