Jumat, 04 Januari 2013

Jembatan Suramadu, Jembatan Terpanjang Di Indonesia



Jembatan Suramadu, dengan panjang 5.438 m merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan ini melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan Suramadu pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan sepanjang 5.438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan.

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu:

1. Jalan layang atau Causeway
Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.
Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.



  •                  


2. Jembatan penghubung atau approach bridge 
Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.





3. Jembatan utama atau main bridge
Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.

Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.





Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.
Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.


Concrete Pump, Alat Pemompa Adonan Beton



Concrete pump adalah sebuah mesin/alat yang digunakan untuk menyalurkan adonan beton segar dari bawah ke tempat pengecoran atau tempat pengecoran yang letaknya sulit dijangkau oleh truck mixer. Struktur beton bertulang banyak dipilih untuk bangunan tingkat tinggi, maka diperlukan alat-alat konstruksi yang dapat menunjang proses pembangunan tersebut.

Concrete pump jenis mobile berupa alat pompa beton yang menjadi satu kesatuan dengan truk sehingga lebih mudah untuk berpindah tempat.  Sedangkan concrete pump jenis fixed berupa alat pompa beton yang biasanya dalam posisi menetap.

Keuntungan 

Beberapa keuntungan menggunakan concrete pump adalah :

  • Untuk saluran pipa hanya membutuhkan tempat yang kecil.
  • Beton bias dipompa secra terus menerus.
  • Pompa dapat bergerak secara vertical dan horizontal.
  • Mobil concrete pump bias ditempatkan dalam proyek besar atau kecil.
  • Concrete pump boom dapat mencapai bangunan konstruksi yang tinggi.
  • Memerlukan waktu yang cukup singkat dalam penggunaan dan pelaksanaannya.

 Jenis Concrete Pump

Jenis pertama pompa beton (concrete pump) yang terpasang pada truk. Jenis ini menggunakan lengan robot remote control yang disebut boom untuk menempatkan beton dengan akurat. Pompa Boom digunakan pada sebagian besar proyek-proyek konstruksi karena mampu memompa pada volume yang sangat tinggi dan hemat tenaga kerja.

(1) Mobile Concrete Pump.

            
   
                Sedangkan concrete pump jenis fixed digunakan untuk menyalurkan beton dari bawah ke lokasi pengecoran yang memiliki ketinggian lebih dari 5 lantai, hal ini dikarenakan mobile concrete pump tidak dapat menjangkau ketinggian tersebut.  Penggunaan concrete pump jenis fixeduntuk pengecoran dengan ketinggian 5 lantai kebawah kurang efektif dari segi instalasi pipa penyalur.  Concrete pump jenis fixed (Gambar 2) membutuhkan instalasi pipa penyalur beton dari lantai dasar ke tempat pengecoran, hal ini membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga dibandingkan dengan concrete pumpjenis mobile.

 (2) Fixed Concrete Pump.


Kamis, 03 Januari 2013

Konstruksi Terowongan & Klasifikasinya




Tujuan umum dibuatnya sebuah terowongan adalah untuk menjamin transportasi langsung dari barang atau penumpang atau material lainnya menembus rintangan alam dan aktifitas manusia. Terowongan dibuat menembus gunung, di bawah sungai, laut, pemukiman, gedung- gedung atau jalan raya. Berguna untuk sarana tranportasi, hidro power, jaringan listrik, gas, saluran pembuangan dan lain-lain.

Klasifikasi Terowongan berdasarkan Fungsinya

1) Terowongan Lalu Lintas (Traffic)
Beberapa penggunaan terowongan untuk lalu-lintas diantaranya :
• Terowongan Kereta api
• Terowongan jalan raya
• Terowongan navigasi
• Terowongan tambang



2) Terowongan Angkutan
• Terowongan pembangkit Tenaga Listrik (Hidro Power)
• Terowongan Water Supply
• Terowongan Sewerage water
• Terowongan untuk utilitas umum



Terowongan yang dimaksud di sini adalah sebuah struktur bawah tanah sehingga dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan tanpa boleh mengganggu aktifitas/ kondisi di permukaan tanah atau dapat pula dilakukan secara gali dan timbun (cut and cover).

Klasifikasi Terowongan berdasar Cara Pelaksanaannya

1) Micro Tunnel
Penggunaannya mayoritas untuk penempatan jalur pipa, kabel, dan jaringan air. Ukuran dari terowongan ini berkisar antara 60 cm s/d 100 cm dan dikerjakan secara modern dengan cara otomatis dengan peralatan robot.



2) Terowongan Dongkrak (Jacking)
Teknik pelaksanaan ini dipilih sebagai alternative karena pengggalian biasa terlalu mahal karena panjang yang terbatas, misalnya pembuatan underpass dan sejenisnya. Secara umum pelaksanaannya dilakukan dengan mendongkrak secara horizontal sebuah segmen beton precast atau baja memotong tanah dan membuang keluar secara manual bagian volume tanah yang terpotong segmen yang didongkrak tersebut.



Baca juga: Pabrik Bata Ringan Ternama

3) Terowongan Batuan (Rock)
Terowongan ini dibuat menembus batuan masif yang relative keras dan dapat dilakukan langsung dengan metode penggalian menggunakan peralatan manual, mekanis maupun blasting. Masalah yang mungkin dihadapai adalah yang berkaitan dengan air tanah, dan struktur penopang pada zona patahan.



4) Terowongan melalui tanah lunak (soft ground)
Termasuk dalam kategoro ini adalah terowongan yang di buat melalui tanah lempung, pasir dan batuan lunak (soft rock). Karena mudah runtuh maka untuk pelaksanaan penggalian digunakan pelindung (shield). Sedangkan lining tunnel harus segera dipasang bersamaan dengan kemajuan gerakan Tunnel Boring Machine (TBM).




5) Terowongan Gali dan Timbun (Cut and Cover)
Terowongan ini dilaksanakan dengan menggali sebuah alur yang cukup sampai kedalaman yang diinginkan, kemudian pengecoran lining tunnel atau pemesangan lining precast dan melakukan penimbunan kembali (covering). Metode ini cocok dilaksanakan jika tersedia areal yang cukup, tidak mengganggu aktifitas dipermukaan dan letak jalur terowongan cukup dekat dengan permukaan.



6) Terowongan Bawah air (Underwater)
Terowongan ini biasanya melewati jalur batuan atau tanah lunak. Hal yang membedakan dengan terowongan tanah lunak adalah adanya tekanan air yang sangat tingggi, sehingga diperlukan metode untuk membuat terowongan menjadi kedap air. Salah satu metodenya yaitu dengan membuat trench di dasar sungai atau laut lalu menempatkan precast tube lining dan menerapkan teknik sambungan kedap air.




Pondasi, Definisi & Jenisnya Dalam Konstruksi



Pondasi adalah suatu konstruksi pada bagian dasar struktur bangunan (sub-structure) yang berfungsi meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan (upper-structure) ke lapisan tanah yang berada di bagian bawahnya tanpa mengakibatkan keruntuhan geser tanah, dan penurunan (settlement) tanah/ Pondasi yang berlebihan.

Karena kekuatan dari sub-struktur ini tergantung pada karakteristik tanah pendukungdan pengaruh dari super-struktur, maka struktur pondasi dan lapisan tanah harus diperhitungkan sebagai satu kesatuan.

Pondasi harus diperhitungkan untuk dapat menjamin kestabilan Bangunan terhadap berat sendiri, beban - beban bangunan, gaya-gaya luar seperti : tekanan angin, gempa bumi, dan lain-lain. Disamping itu, tidak boleh terjadi penurunan melebihi batas yang diijinkan. Agar Kegagalan fungsi pondasi dapat dihindari, maka pondasi Bangunan harus diletakkan pada lapisan tanah yang cukup keras, padat, dan kuat mendukung beban bangunan tanpa menimbulkan penurunan yang berlebihan.

Adapun beberapa pengertian pondasi dalam kontruksi, antara lain :
1. Suatu badian konstruksi bangunan yang memiliki fungsi untuk memindahkan beban/bobot/gaya yang ditimbulkan oleh banguna yang ada diatasnya kedalam tanah.
2. Bagian bangunan yang menghubungkan bangunan tersebut dengan tanah, dimana tanah harus menerima beban dari bangunan tersebut (beban mati dan beban hidup) dan tugas pondasi untuk membagi beban itu sehingga tekanan tanah yang diizinkan (daya dukung) tidak terlewati.
3. Konstruksi yang diperhitungkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri dan menghindari penurunan bangunan yang tidak merata.


Berdasarkan letak dan posisinya, pondasi digolongkan menjadi 2 jenis :

a. Pondasi dangkal (shallow footing) yang berupa :

  • Pondasi tapak (square footing). Dimana beban yang disalurkan disebarkan melalui lebar telapak pondasi. Dimana intensitas beban yang diteruskan ketanah haruslah lebih kecil dari daya dukung tanah yang diijinkan.

  • Pondasi menerus (continous footing). Dapat digunakan pada tanah yang seragam.
    Ciri-ciri Pondasi menerus adalah : 
    • Ukuran sama besar dan terletak pada kedalaman yang sama;
    • Dipasang di bawah seluruh dinding penyekat dan kolom;
    • Biasanya digunakan sebagai pondasi bangunan tidak bertingkat;
    • Untuk tanah lembek, dibuat dari sloof memanjang bagian bawah diperlebar menjadi pelat.


  • Pondasi Setempat. Dibuat pada bagian yg terpisah (di bawah kolom pendukung/kolom struktur), tiang, dsb), juga biasa digunakan pada konstruksi bangunan kayu di daerah rawa-rawa. Pada bangunan sementara sering juga digunakan penumpu batu alam massif yang bertarah dan diletakkan di atas permukaan tanah yang diratakan. 


b. Pondasi Dalam (Deep Footing), yang antara lain :
  • Pondasi tiang pancang. Beban dan bobot disalurkan dengan mekanisme pergeseran antara tanah dan pondasi (tiang), dan dukungan dari lapisan tanah keras pada kedalaman tertentu. Pile adalah komponen penerus beban yang berbentuk panjang dan vertical. Pile dapat terbuat dari bahan kayu, besi/baja, beton atau kombinasi diantaranya, tergantung dari berat beban yang dipikul.
  • Pondasi caisson; yaitu macam pondasi dalam yang mempunyai diameter tiang yang besar.Pondasi yang berupa konstruksi sumuran vertical yang mencapai tanah keras. Bilamana bangunan terletak pada tanah yang berpasir dan letak tanah keras pada lapisan yang dalam, maka tipe pondasi ini perlu dipertimbangkan. Dengan kata lain sumuran sebenarnya merupakan kolom pada sub struktur yang berfungsi mendukung beban dari upper struktur dan melaluinya beban akan disalurkan ke tanah.






Pada umurnnya Pondasi dangkal digunakan untuk kondisi lapisan tanah keras terletak dekat permukaan, sedangkan Pondasi dalam digunakan apabila lapisan tanah keras jauh dari lapisan permukaan tanah.





Rabu, 02 Januari 2013

Waterproofing Dalam Konstruksi



Dalam konstruksi bangunan, struktur membutuhkan waterproofing sebagaimana beton itu sendiri tidak akan kedap (watertight) dengan sendirinya, namun beton mudah kedap air/waterproofed dengan tambahan aditif. Sistem waterproofing yang konvensional mempergunakan 'membran'. Hal ini bergantung pada penerapan satu atau lebih lapisan membran (tersedia dalam berbagai bahan: misalnya, aspal, silikat, (PVC, EPDM dll) yang bertindak sebagai penghalang antara air dan struktur bangunan, mencegah masuknya air. Namun, sistem membran bergantung pada aplikasi yang pasti atau exact, kesulitannya cukup tinggi. Masalah dengan aplikasi atau kesesuaian terhadap substrat dapat menyebabkan kebocoran.




Selama dua dekade terakhir, industri konstruksi telah memiliki kemajuan teknologi dalam bahan waterproofing, termasuk sistem waterproofing terpisahkan (integral waterproofing systems) serta bahan membran yang lebih modern.

Sistem Integral bekerja dalam matriks struktur beton, memberikan kualitas tahan air pada beton itu sendiri . Ada dua jenis sistem integral waterproofing yang utama: yang hidrofilik dan sistem hidrofobik. Sebuah sistem hidrofilik biasanya menggunakan teknologi kristalisasi yang menggantikan air dalam beton dengan kristal larut. Berbagai merek yang tersedia di pasar mengklaim sifat yang sama, tetapi tidak semua dapat bereaksi dengan berbagai hidrasi semen tertentu, sehingga memerlukan kehati-hatian. Sistem hidrofobik menggunakan asam lemak untuk memblokir pori-pori dalam beton, mencegah masuknya air.


Bahan membran yang modern berusaha untuk mengatasi kekurangan dalam metode membran yang lebih tua seperti PVC dan HDPE. Umumnya, teknologi baru dalam membran tahan air berbasis pada bahan polimer yang sangat lekat (adhesive) untuk menciptakan sebuah penghalang air di bagian luar struktur.
 

Tunggu post selanjutnya untuk informasi selengkapnya tentang Waterproofing, bermacam macam produk yang dapat digunakan dan keunggulannya :)


UPDATE

Lebih lengkapnya silahkan menuju link berikut:
Waterproofing Pada Beton Dan Jenisnya



GRC Board, Papan Semen Serbaguna



GRC board (Glass-fiber Reinforced Cement) adalah papan semen fiber-glass yang ringan, tahan kelembaban dan tidak mudah lapuk.  

GRC boardtidak dapat terbakar (sesuai dengan hasil tes BS 476, Part 4:1970). Baik untuk sistem partisi yang memerlukan ketahanan benturan yang tinggi dan ketahanan terhadap api.

Karakteristik GRC board yang kuat dan tahan terhadap jamur dan rayap tidak hanya membuat bangunan yang berkualitas tetapi juga memastikan bangunan yang tahan lama dan mudah perawatannya. 


Permukaan GRC board yang halus dan datar, memudahkan proses finishing, dapat langsung dicat tanpa harus diplamir. GRC board mudah dalam penanganan dan penggunaannya, sehingga dapat mempercepat proses pemasangan.

GRC board sangat baik untuk sistem partisi kedap suara. GRC board dapat digunakan untuk partisi, plafon luar dan dalam, serta daerah yang terlindung pada gedung perkantoran, pabrik, hotel, sekolah, perumahan, apartemen, rumah sakit, dsb.


Ukuran standar yang tersedia yaitu: 1220mm x 2440mm dengan ketebalan 5,6,8, dan 10mm. Ukuran atau ketebalan yang di luar standar dapat dipesan. Penggunaan untuk plafon flush joint dapat menggunakan GRC board ketebalan 5mm atau 6mm. Untuk partisi, ketebalan yang digunakan adalah 6,8, dan 10mm. 
GRC board tersedia dalam 2 macam bentuk tepian, Tepi Rata (SE-Square Edge) dan Tepi Landai (RE-Recessed Edge).

Keunggulan

Dengan metode pemasangan rangka yang dapat dibuat dari kayu atau metal zincalume, celah yang terdapat di antara kedua lapisan GRC, dapat diisi dengan instalasi ME bahkan dengan bahan kedap suara (soundproof). Pekerjaan pun akan jauh lebih cepat dilaksanakan.

Pada kesimpulannya, material ini memiliki beberapa keunggulan yang bisa dipertimbangkan, yaitu :
  1. Waktu pengerjaan yang lebih cepat dan lebih rapi daripada pengerjaan dinding konvensional,
  2. Lebih tahan terhadap kelapukan, rayap dan jamur
  3. Mudah pemasangannya dan juga maintenance pada saat penggantian material yang rusak
  4. Pada saat pengerjaan, lokasi kerja dapat lebih bersih daripada pengerjaan dinding konvensional
  5. Dengan kemudahan dan waktu pengerjaan yang lebih cepat maka berpotensi menghemat biaya konstruksi.

Aplikasi

GRC Board sangat cocok diaplikasikan untuk dinding luar, karena lebih tahan cuaca (panas & hujan), sehingga dapat diaplikasikan, untuk:
  •  Cladding / Dinding luar (tebal 9 & 12mm) 

 
  •  Cubical Toilet (tebal 15mm) 

 


  • Pagar Proyek (tebal 9mm)
  •  Lantai. Dimensi: 15mm x 1220 x 2440mm (berat 41kg)

Selasa, 01 Januari 2013

Hebel Blok Beton Ringan Pengganti Bata


Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan dari pada beton pada umumnya.
Dewasa ini bahan bangunan semakin beragam. Untuk dinding, dahulu orang cenderung menggunakan batako atau batu bata. Namun saat ini orang sudah mengenal Beton Ringan.Sebenarnya Beton Ringan ini sudah dipergunakan oleh masyarakat swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan dan dikembangkan oleh orang jerman bernama Hebel yang sekarang dipakai oleh merek  oleh pabrikan besar yang dikenal orang dengan nama Beton Hebel atau Bata Hebel.

Keunggulan Memakai Hebel

1.Kuat


Proses aerasi yang homogen dan terkendali secara komputerisasi menghasilkan beton ringan dengan kuat tekan yang paling tinggi namun paling ringan di kelasnya. Produk Hebel dapat digunakan sebagai sistem Struktur Dinding Pemikul (Load Bearing Wall)

2. Ringan

Dengan struktur homogen (tanpa rongga vertikal dan horizontal di dalammya) dan berat 1/5 beton biasa, produk Hebel dapat mengurangi resiko gempa. Penanganan dan proses transportasi lebih ringan, pekerjaan menjadi lebih mudah meski dengan peralatan sederhana, juga mengurangi keletihan pekerja.

3.     Ekonomis

Material sisa (waste material) yang rendah, kepastian penggunaan material pelengkap semen instan Prime Mortar, dan kekuatan struktur yang terukur, dapat meringankan biaya konstruksi dan biaya operasional bangunan pada saat digunakan.

4.     Ukuran Akurat


Standar proses produksi DIN (Deutsch Industrie Norm) dan cara pemotongan ‘flat-cake’ yang merupakan satu-satunya di dunia industri beton ringan, memastikan semua produk mempunyai ukuran yang presisi dengan ‘rejected-rate’ terendah.

5.     Kedap Suara

Massa yang rendah mengakibatkan energi bunyi yang memantul dan merayap di permukaan beton ringan Hebel tidak diteruskan dengan baik. Sehingga dinding dapat meredam kebisingan dan kenyamanan penghuni terjaga.

6.     Tahan Lama

Dengan ciri yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca maka menjadikan produk Hebel, stabil dan awet.

7.     Tahan Panas & Api

Sebagai anorganik tahan api, produk ini sesuai untuk aplikasi ruang tangga darurat, cerobong ventilasi dan koridor lift. Produk Hebel meningkatkan perlindungan terhadap bahaya kebakaran. Sifat insulasi panas pun mengurangi tingkat kenaikan suhu yang menyebabkan ruangan menjadi lebih sejuk.

8.     Hemat Energi

Gelembung-gelembung udara yang terkandung menjadikan bahan ini memiliki sifat insulasi panas yang baik, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan lingkungan yang sehat, penghematan energi dan pemakaian AC.

9.     Mudah Pengerjaan


Bobot yang ringan dan kuat menjadikan produk Hebel mudah digergaji, dibor, dibentuk dan dikerjakan hanya dengan menggunakan peralatan kayu biasa.

10.  Ramah Lingkungan

Produk Hebel tidak mengandung bahan-bahan yang beracun maupun berbahaya. Material yang digunakan tidak dapat dijadikan tempat tinggal bagi kutu atau serangga dan hewan sejenis lainnya.

Cara Membuat Hebel

Beton ringan dapat dibuat dengan berbagai cara, antara lain dengan:

1. Dengan Cara Kimiawi ( Autoclave Aerated Concrete / AAC)

Cara ini disebut juga dengan Beton Aerated Cellular Concrete atau biasa disebut Beton AAC. Cara ini pada umumnya digunakan oleh pabrikan dengan investasi yang besar. Bahan baku yang digunakan adalah Pasir kwarsa (Si), Ca0 (Kapur), Aluminium (Al) sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi), Semen.
Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran dan dimasukkan Autoclave Camber.

2. Dengan Cara Mekanis (Foamed Concrete atau Cellular Concrete)

Cara mekanis berbeda bahan baku dan proses. Bahan baku yang digunakan adalah pasir, semen dan busa (foam). Bahan tersebut dicampur dengan busa pengisi udara dan langsung dituangkan dalam cetakan sesuai dengan ukuran yang dinginkan.